Kategori D

Diabetes Melitus | Gejala Faktor dan Pengobatan

dr. Ipak Ridmah Rikenawaty, M.Si.
dr. Ipak Ridmah Rikenawaty, M.Si. Penulis
26 February 2026
5 menit membaca
Diabetes Melitus | Gejala Faktor dan Pengobatan

A. Pengertian Diabetes

Diabetes Melitus adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal (100 mg/dl).

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.
Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.
Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.

Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

B. Penyebab Diabetes

Penyebab (Faktor Risiko) Diabetes

Diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki faktor risiko yang berbeda.

Faktor risiko diabetes tipe 1:
1. Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1
2. Menderita infeksi virus tertentu
3. Ras kulit putih diduga memiliki risiko lebih tinggi
4. Tinggal atau bepergian jauh dari wilayah khatulistiwa
5. Umumnya muncul pada usia 4–7 tahun dan 10–14 tahun, meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun

Diabetes tipe 1 terjadi akibat gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas penghasil insulin.

Faktor risiko diabetes tipe 2:
1. Kelebihan berat badan atau obesitas
2. Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2
3. Kurang aktivitas fisik
4. Bertambahnya usia
5. Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
6. Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal

C. Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam hitungan minggu, bahkan beberapa hari. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya tidak menyadari telah mengidap penyakit ini selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik.

Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

1. Sering merasa haus.
2. Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
3. Sering merasa sangat lapar.
4. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
5. Berkurangnya massa otot.
6. Adanya keton dalam urine.
7. Lemas dan pandangan kabur.
8. Luka yang sulit sembuh.
9. Sering mengalami infeksi, seperti pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

Gejala lain yang juga dapat menjadi tanda diabetes melitus antara lain:

1. Mulut kering.
2. Rasa terbakar, kaku, atau nyeri pada kaki.
3. Gatal-gatal.
4. Disfungsi ereksi atau impotensi.
5. Mudah tersinggung.
6. Hipoglikemia reaktif, yaitu penurunan gula darah beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan.
7. Munculnya bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan (akantosis nigrikans) sebagai tanda resistensi insulin.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika ada faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, atau gaya hidup tidak sehat.

D. Pantangan Makanan dan Minuman

Penderita diabetes sebaiknya menghindari konsumsi makanan dan minuman tinggi gula seperti minuman manis, kue, dan permen, serta membatasi karbohidrat sederhana, makanan berlemak jenuh, dan makanan cepat saji. Selain itu, penderita juga tidak dianjurkan merokok, mengonsumsi alkohol, menerapkan pola makan yang tidak teratur, serta jarang beraktivitas fisik karena dapat memperburuk kadar gula darah.

E. Solusi dan Pengobatan

Penanganan kondisi kesehatan pada dasarnya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Secara umum, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil:

Menerapkan pola makan bergizi seimbang
Rutin berolahraga sesuai kemampuan
Istirahat yang cukup
Mengelola stres dengan baik
Menghindari faktor pemicu yang dapat memperburuk kondisi

Sebagai pelengkap pola hidup sehat, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan produk kesehatan yang mengandung bahan alami dan diformulasikan untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

Rekomendasi Obat:

Celte (3 x sehari 1 sloki), Agarillus Drop (3 x sehari 15 tetes) dan Agarillus Squalene (3 x sehari 1 kapsul)

Produk yang Direkomendasikan:

F. Tips Kesehatan

Untuk mencegah diabetes lakukanhal berikut :
1. Menjaga pola makan yang sehat dan tidak berlebih, sesuai sunah Rasulullah SAW. Makanlah selagi lapar dan berhentilah sebelum kenyang.
3. Olah Raga teratur
4. Hindari stress
5. Menjaga berat badan ideal.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis

Jika Anda memiliki keluhan atau pertanyaan lebih lanjut tentang kondisi kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim medis kami.