Kategori E

Waspada! 6 Penyebab Epilepsi | Yang ke-5 Perlu Dicermati

Ibu Apoteker Mitta Aninjaya, S.Farm
Ibu Apoteker Mitta Aninjaya, S.Farm Penulis
26 February 2026
5 menit membaca
Waspada! 6 Penyebab Epilepsi | Yang ke-5 Perlu Dicermati

A. Pengertian Epilepsi

Epilepsi merupakan suatu gangguan sistem persarafan sentral, di mana aktivitas dari otak menjadi abnormal. Gangguan ini dapat menyebabkan kejang atau periode di mana seseorang mengalami perilaku abnormal, sensasi abnormal, dan terkadang hilangnya kesadaran.

Tanda dan gejala dari kejang dapat bervariasi. Sebagian orang dengan epilepsi bisa saja hanya menunjukkan tatapan kosong selama beberapa detik saat mengalami kejang. Sementara sebagian lainnya dapat mengalami kaki atau tangan yang menyentak.

Umumnya, seseorang didiagnosis mengalami epilepsi apabila telah mengalami setidaknya dua kali kejang yang tidak diprovokasi. Sebagian anak dengan epilepsi dapat tidak menunjukkan gejala lagi seiring dengan bertambahnya usia.

B. Penyebab Epilepsi

1. Genetik.
Sebagian tipe epilepsi, yang dikelompokkan berdasarkan tipe kejang yang dialami
dan bagian dari otak yang terlibat, dapat dialami oleh lebih dari satu anggota
keluarga.
2. Trauma kepala.
Trauma kepala sebagai akibat dari kecelakaan kendaraan bermotor atau cedera
lainnya dapat menyebabkan epilepsi.
3. Gangguan pada otak.
Gangguan pada otak yang menyebabkan terjadinya kerusakan otak, seperti tumor
otak atau stroke, dapat menyebabkan terjadinya epilepsi. Stroke merupakan
penyebab utama epilepsi pada orang dewasa di atas usia 35 tahun.
4. Penyakit infeksi.
Penyakit infeksi tertentu, seperti meningitis dan ensefalitis, dapat menyebabkan
terjadinya epilepsi.
5. Gangguan pada saat kehamilan.
Sebelum persalinan, janin sensitif terhadap kerusakan otak yang dapat disebabkan
oleh beberapa faktor, seperti infeksi dari ibu, nutrisi yang kurang baik, atau
kekurangan oksigen. Kerusakan otak tersebut dapat menyebabkan terjadinya epilepsi.
6. Gangguan perkembangan.
Epilepsi terkadang dapat dikaitkan dengan gangguan perkembangan.

C. Gejala Epilepsi

1. Kebingungan yang sementara.
2. Tatapan kosong.
3. Gerakan kelojotan yang tidak terkendali pada tangan dan kaki.
4. Hilangnya kesadaran.
5. Gejala psikologis, seperti rasa takut, ansietas, dan dejavu.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika ada faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, atau gaya hidup tidak sehat.

D. Pantangan Makanan dan Minuman

1. Tidak boleh menghentikan obat tanpa anjuran dokter.
2. Menghindari kurang tidur atau begadang.
3. Menghindari konsumsi alkohol.
4. Menghindari stres berlebihan.
5. Menghindari aktivitas berisiko tinggi tanpa pengawasan seperti berenang sendirian
atau berada di ketinggian.

E. Solusi dan Pengobatan

Penanganan kondisi kesehatan pada dasarnya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Secara umum, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil:

Menerapkan pola makan bergizi seimbang
Rutin berolahraga sesuai kemampuan
Istirahat yang cukup
Mengelola stres dengan baik
Menghindari faktor pemicu yang dapat memperburuk kondisi

Sebagai pelengkap pola hidup sehat, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan produk kesehatan yang mengandung bahan alami dan diformulasikan untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

Rekomendasi Obat:

Agarillus Drop (3 x sehari 10 tetes), Madu Nutrisi Otak (3 x sehari 1 sendok makan) dan Agarillus Squalene (3 x sehari 1 kapsul)

Produk yang Direkomendasikan:

F. Tips Kesehatan

Beri tahu keluarga atau teman terdekat tentang kondisi epilepsi agar dapat membantu saat kejang terjadi.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis

Jika Anda memiliki keluhan atau pertanyaan lebih lanjut tentang kondisi kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim medis kami.