Kategori G

Gondongan ternyata dapat menular. Waspada!

dr. Ipak Ridmah Rikenawaty, M.Si.
dr. Ipak Ridmah Rikenawaty, M.Si. Penulis
26 February 2026
5 menit membaca
Gondongan ternyata dapat menular. Waspada!

A. Pengertian Gondok

Gondongan (parotitis epidemika) merupakan penyakit infeksi yang pada 30–40% kasusnya bersifat asimptomatik (tanpa gejala). Penyakit ini disebabkan oleh virus RNA untai tunggal negative sense yang termasuk dalam genus Rubulavirus, subfamily Paramyxovirinae, dan family Paramyxoviridae.

Dalam perjalanannya, parotitis epidemika dapat menimbulkan komplikasi walaupun jarang terjadi. Komplikasi yang dapat muncul antara lain meningoensefalitis, artritis, pankreatitis, miokarditis, ooforitis, orchitis, mastitis, dan ketulian. Gondongan yang tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi serius bahkan kematian.

B. Penyebab Gondok

Gondongan disebabkan oleh virus mumps (virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae).

Virus masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut, kemudian menginfeksi saluran pernapasan atas dan menyebar melalui aliran darah (viremia). Virus kemudian menetap di jaringan kelenjar, terutama kelenjar parotis, dan menyebabkan peradangan (parotitis).

Pada beberapa kasus, virus juga dapat menyerang pankreas, sistem saraf, dan organ reproduksi.

C. Gejala Gondok

Gejala awal:

· Demam
· Nafsu makan menurun (anoreksia)
· Sakit kepala
· Nyeri otot

Gejala lanjutan:
· Pembengkakan kelenjar parotis (awal biasanya satu sisi, kemudian bisa kedua sisi)
· Nyeri pada rahang
· Sulit menelan
· Nyeri saat mengunyah

Gondongan dapat menular melalui:

1. Percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin.
2. Kontak langsung dengan penderita.
3. Muntahan.
4. Urine.
5. Penggunaan bersama cangkir atau botol minum yang terkontaminasi.
6. Menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus lalu menyentuh mulut atau hidung
tanpa mencuci tangan.

Penularan biasanya terjadi sebelum pembengkakan kelenjar ludah muncul dan hingga 5 hari setelah pembengkakan dimulai. Oleh karena itu, penderita sebaiknya diisolasi selama 5 hari setelah pembengkakan kelenjar terjadi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika ada faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, atau gaya hidup tidak sehat.

D. Pantangan Makanan dan Minuman

1. Tidak berbagi alat makan atau minum.
2. Tidak beraktivitas di tempat umum selama masa penularan.
3. Menghindari makanan keras yang memperparah nyeri saat mengunyah.
4. Tidak mengabaikan gejala demam tinggi atau nyeri hebat.

E. Solusi dan Pengobatan

Penanganan kondisi kesehatan pada dasarnya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Secara umum, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil:

Menerapkan pola makan bergizi seimbang
Rutin berolahraga sesuai kemampuan
Istirahat yang cukup
Mengelola stres dengan baik
Menghindari faktor pemicu yang dapat memperburuk kondisi

Sebagai pelengkap pola hidup sehat, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan produk kesehatan yang mengandung bahan alami dan diformulasikan untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

Rekomendasi Obat:

Agarillus Drop (3 x sehari 20 tetes), Agarillus Herbal Drink (3 x sehari 1 sloki) dan Agarillus Squalene (3 x sehari 1 kapsul)

Produk yang Direkomendasikan:

F. Tips Kesehatan

Selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. “pencegahan lebih baik dari pada pengobatan”. Untuk itu agar tubuh kita kuat dan tidak mudah tertular atau terserang virus ataupun kuman penyebab penyakit gunakan AGARILLUS DROP dan AGARILLUS CELTE rutin minimal 1 x sehari.

Insya Allah tubuh kita akan kuat dan terhindar dari tertular berbagai penyakit dengan mudah.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis

Jika Anda memiliki keluhan atau pertanyaan lebih lanjut tentang kondisi kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim medis kami.