Kategori I

Waspadai gejala ISPA pada anak

dr. Ipak Ridmah Rikenawaty, M.Si.
dr. Ipak Ridmah Rikenawaty, M.Si. Penulis
26 February 2026
5 menit membaca
Waspadai gejala ISPA pada anak

A. Pengertian Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru beserta organ-organ di sekitarnya seperti sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru.

Sebagian besar infeksi saluran pernapasan bersifat ringan seperti batuk pilek dan tidak memerlukan pengobatan, namun anak dapat menderita pneumonia bila infeksi paru tidak diobati dengan optimal.

ISPA terbagi dalam 2 golongan yaitu pneumonia dan bukan pneumonia. Pneumonia dibagi atas pneumonia berat dan pneumonia tidak berat. Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia.

Klasifikasi ISPA

Untuk golongan umur kurang 2 bulan

1. Pneumonia berat ditandai dengan tarikan kuat dinding dada bagian bawah atau napas cepat dengan batas 60 kali per menit atau lebih.
2. Bukan pneumonia ditandai batuk pilek biasa tanpa tarikan kuat dinding dada bagian bawah atau napas cepat.

Untuk golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun

1. Pneumonia berat ditandai napas sesak dengan tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat menarik napas.
2. Pneumonia ditandai napas cepat. Batas napas cepat usia 2–12 bulan adalah 50 kali per menit atau lebih dan usia 1–4 tahun adalah 40 kali per menit atau lebih.
3. Bukan pneumonia ditandai batuk pilek biasa tanpa tarikan dinding dada bagian bawah dan tanpa napas cepat.

B. Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Atas


1. Sebagian besar disebabkan oleh virus pada saluran napas bagian atas.
2. Faringitis oleh kuman Streptococcus meskipun jarang pada balita.
3. Penularan melalui air ludah, darah, bersin, dan udara pernapasan yang mengandung kuman.
4. Kondisi gizi kurang.
5. Lingkungan yang tidak bersih.


1. Sebagian besar disebabkan oleh virus pada saluran napas bagian atas.
2. Faringitis oleh kuman Streptococcus meskipun jarang pada balita.
3. Penularan melalui air ludah, darah, bersin, dan udara pernapasan yang mengandung kuman.
4. Kondisi gizi kurang.
5. Lingkungan yang tidak bersih.

C. Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Atas


Gejala umum

1. Batuk pilek.
2. Demam.

Tanda bahaya secara klinis

1. Tachypnea.
2. Napas tak teratur atau apnea.
3. Retraksi dinding thorak.
4. Napas cuping hidung.
5. Cyanosis.
6. Suara napas lemah atau hilang.
7. Grunting expiratoir.
8. Wheezing.
9. Tachycardia.
10. Bradycardia.
11. Hypertensi.
12. Hypotensi.
13. Cardiac arrest.
14. Gelisah.
15. Mudah terangsang.
16. Sakit kepala.
17. Bingung.
18. Papil bendung.
19. Kejang.
20. Coma.
21. Letih dan berkeringat banyak.

Tanda laboratoris

1. Hypoxemia.
2. Hypercapnia.
3. Acydosis metabolik atau respiratorik.

Tanda bahaya usia 2 bulan sampai 5 tahun

1. Tidak bisa minum.
2. Kejang.
3. Kesadaran menurun.
4. Stridor.
5. Gizi buruk.

Tanda bahaya usia kurang 2 bulan

1. Kurang bisa minum.
2. Kejang.
3. Kesadaran menurun.
4. Stridor.
5. Wheezing.
6. Demam dan dingin.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika ada faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, atau gaya hidup tidak sehat.

D. Pantangan Makanan dan Minuman

1. Mengabaikan gejala ISPA yang sudah seperti flu biasa.
2. Membiarkan anak berhubungan dengan penderita ISPA.
3. Tidak menjaga kebersihan lingkungan dan perorangan.
4. Tidak menjaga status gizi anak.

E. Solusi dan Pengobatan

Penanganan kondisi kesehatan pada dasarnya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Secara umum, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil:

Menerapkan pola makan bergizi seimbang
Rutin berolahraga sesuai kemampuan
Istirahat yang cukup
Mengelola stres dengan baik
Menghindari faktor pemicu yang dapat memperburuk kondisi

Sebagai pelengkap pola hidup sehat, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan produk kesehatan yang mengandung bahan alami dan diformulasikan untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

Rekomendasi Obat:

Agarillus Herbal Drink (3 x sehari 1 sloki), Agarillus Drop (3 x sehari 10 tetes), Serbuk Asma (3 x sehari 1 bungkus) dan Madu Hitam Pahit (3 x sehari 2 sendok makan)

Produk yang Direkomendasikan:

F. Tips Kesehatan

1. Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.
2. Melakukan imunisasi.
3. Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan.
4. Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.
5. Melakukan penyuluhan kesehatan terutama kepada ibu.
6. Segera menangani bila terdapat gejala ISPA.
7. Agarillus Celte membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap kuman atau virus.
8. Agarillus Drop membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan melancarkan sirkulasi darah.
9. Madu Royal Jelly membantu menjaga tubuh dari serangan penyakit.
10. Jamu Asma baik digunakan untuk gangguan sistem pernapasan.
11. Pemberian stimulan tubuh seperti Agarillus Drop 1 x 5 tetes dan Madu Super 1 x 1 sendok makan secara rutin untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis

Jika Anda memiliki keluhan atau pertanyaan lebih lanjut tentang kondisi kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim medis kami.